Ini Aturan Jemaah Umrah Selama Pandemi yang Wajib Diperhatikan

Akibat pandemi COVID-19 yang terjadi sejak Maret 2020, kini ada penyesuaian dan aturan jemaah umrah yang harus dipenuhi. Aturan dan syarat-syarat yang datang dari pihak Kerajaan Arab Saudi sendiri tersebut tentu untuk mencegah negaranya menjadi episentrum virus sebagaimana yang pernah terjadi pada Cina dan India.

Oleh karena itu, pada bulan Januari lalu, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI memutuskan untuk mengeluarkan aturan baru bagi jemaah. Aturan ini tertuang dalam surat edaran dengan nomor: B-04008/DJ/DT.II.3/Hj.9/01/2022 tentang penyelenggaraan ibadah Umrah 1443 H.

Syarat yang Harus Dipenuhi Jemaah Umrah

Sebelum membahas aturan untuk para jemaah, ada baiknya mengetahui dahulu apa saja syarat yang harus dipenuhi saat kamu akan melakukan ibadah umrah ke Tanah Suci.

  • Untuk usia jemaah, pemerintah Kerajaan Arab Saudi hanya memperbolehkan mereka yang telah berusia 18 hingga 50 tahun.
  • Calon jemaah juga tidak boleh memiliki penyakit penyerta atau komorbid dan mereka wajib memenuhi ketentuan ini dari Kemenkes RI.
  • Jemaah wajib untuk menandatangani sebuah surat pernyataan berisi tentang “tidak akan menuntut pihak lain jika adanya risiko yang terjadi akibat COVID-19”.
  • Mereka juga perlu menyertakan bukti tidak sedang mengidap COVID-19 melalui rangkaian tes diagnosis dari pusat pelayanan kesehatan rujukan pemerintah.

Aturan Jemaah Umrah di Tahun 2022

Keberangkatan jemaah umrah Indonesia yang kini sudah kembali dibuka sejak Sabtu, 8 Januari 2022 lalu disambut bahagia oleh ribuan orang di seluruh daerah. Namun, kamu perlu tahu kalau pemerintah mensyaratkan beberapa peraturan penting untuk proses keberangkatan.

Sebelum Keberangkatan Umrah

Berikut aturan sebelum jemaah berangkat.

  • Hanya jemaah berusia 18 hingga 65 tahun, sudah divaksinasi dosis lengkap, dan memiliki hasil Tes PCR negatif yang diperbolehkan berangkat.
  • Saat keberangkatan, jemaah akan menggunakan pesawat dengan penerbangan langsung. Itu artinya satu pesawat tidak diizinkan ada penumpang umum lainnya.
  • Pemeriksaan kesehatan terpusat juga akan dilakukan sebelum jemaah siap untuk diberangkatkan. Caranya adalah dengan memastikan kesehatan jemaah secara fisik, melihat sertifikat vaksin yang valid, dan juga mengecek hasil pemeriksaan PCR yang telah diakui dan diawasi oleh Kementerian Kesehatan.
  • Jemaah akan ditempatkan di area terpusat untuk menjalani screening kesehatan di Asrama Haji Pondok Gede selama 1×24 jam sebelum mereka diberangkatkan.

Saat Jemaah Berada di Tanah Suci

  • Setelah sampai, rombongan jemaah tidak bisa langsung memulai ibadah umrah. Mereka wajib melakukan karantina selama 3 hari sesuai peraturan dari pemerintah Arab Saudi. Setelah dua hari masa karantina, jemaah akan kembali melakukan tes PCR.
  • Umrah hanya akan dijalankan selama 9 hari saja. Ini juga sudah termasuk perjalanan.
  • Akomodasi cuma diisi 2 orang per kamar. Selain itu, makanan akan disajikan dalam kemasan yang mengikuti ketentuan pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
  • Jemaah wajib melakukan Tes PCR kembali sebelum pulang. Selanjutnya, hanya jemaah dengan hasil negatif yang diperbolehkan untuk langsung pulang ke tanah air.

Setibanya di Tanah Air

  • Rombongan jemaah wajib melakukan Tes PCR kembali sesaat mereka tiba di Bandara Soekarno Hatta.
  • Mereka juga akan diminta untuk melakukan karantina sesuai dengan peraturan pelaku perjalanan luar negeri yang ditetapkan oleh pemerintah.
  • Pada hari keenam karantina, jemaah akan menjalani tes PCR. Jika hasilnya negatif, mereka diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Sementara itu, jika hasil tes dinyatakan positif, jemaah akan dirujuk ke tempat isolasi mandiri.

Meski terkesan merepotkan, semua regulasi ini telah disusun dengan sangat matang oleh pemerintah Indonesia. Tentunya, peraturan juga mengikuti kebijakan Kerajaan Arab Saudi. Hal ini semata-mata untuk memberikan perlindungan kepada jemaah Indonesia supaya mereka tidak tertular SARS-CoV02.

Hal penting lainnya adalah semua jemaah wajib mematuhi protokol kesehatan selama perjalanan dan ibadah. Mereka juga akan selalu diminta untuk menerapkan 3M ,yakni memakai masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, dan rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer selama berada di tanah suci.

Itulah aturan keberangkatan ibadah umrah tahun 2022 yang perlu kamu ketahui. Jadi, persiapkan semuanya dengan matang sebelum berangkat ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.